Tag-Archive for » menulis «

Thursday, March 11th, 2010 | Author: bangaswi

Menurut sobat baraya, mana yang lebih penting: menulis lebih baik atau lebih baik menulis? ^_^

Di sini, saya tidak akan membahas mana yang lebih penting karena masing-masing akan memiliki pendapat yang berbeda-beda. Jujur, saya awalnya bingung mau menulis apa, tetapi kemudian setelah menimbang beberapa hal, akhirnya tema inilah yang dipilih kali ini. Ya, menulis lebih baik. Apabila sobat baraya telah menulis baik, cobalah menulis lebih baik lagi, sehingga akan menghasilkan tulisan yang baik.

Tulisan yang baik memiliki banyak ciri, apalagi jika mengambil beberapa pendapat para pakar penulis di dalam maupun luar negeri. Akan tetapi, dari semua ciri itu, saya lebih suka menyoroti dua ciri saja, yaitu: bahwa tulisan yang baik harus memiliki tujuan dan tulisan yang baik harus mampu berkomunikasi atau menyampaikan pesan dengan jelas!

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 9 Comments
Saturday, February 13th, 2010 | Author: bangaswi

Menulis, bagaimanapun akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan, apalagi di era teknologi yang semakin maju ini. Sobat baraya bisa mensurvei sendiri pekerjaan apa (dari tingkat manapun) di dunia ini yang tidak lepas dari praktik menulis. Orang-orang yang bekerja di perkantoran, mayoritas akan berkomunikasi dengan fasilitas yang menyediakan perangkat teks seperti email, internet messenger (IM), dan termasuk jejaring sosial yang lagi ngetren saat ini. Suka atau tidak, kemampuan kita untuk saling bertukar ide, berkolaborasi dengan sesama, hingga kemudian berhasil atau sukses, ditentukan oleh faktor kepenulisan secara efektif.

Mungkin bukan sesuatu hal yang baru, tetapi dengan sedikit metode yang berbeda, tulisan Andrew K. Stone yang diambil dari situs Pick the Brain kali ini bisa membuat sobat baraya belajar menulis lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah. Ada sepuluh tips sederhana bagaimana caranya sobat baraya memperbaiki gaya dan karakter penulisan, langsung dari pengarang yang dikenal lekat dengan sisi humanisnya (K. Stone adalah pengarang novel All Flowers Die dan Disappearing Into View yang cerdas menciptakan karakter unik dan ketajaman deskripsi, sehingga layak disejajarkan dengan John Irving, F. Scott Fitzgerald, dan Charles Dickens)

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 28 Comments
Thursday, December 10th, 2009 | Author: bangaswi

Sudah delapan hari ini saya tidak meng-update blog ini. Artinya, ada keterlambatan enam hari dimana saya tidak menulis apa-apa selain menikmati hidup ini dengan berbagai aktivitas yang menguras tenaga dan waktu. Mengurus keluarga, mengurus diri sendiri, menjaga silaturahmi, memenuhi kewajiban, dan menambah ilmu. Semuanya berjalan harus dengan konsep dan alhamdulillah … saya menikmati hal itu semua. Dan subhanallah, selama dua hari ke belakang saya bisa berbincang-bincang langsung (kendati hanya lewat jaringan telepon) dengan rekan sesama penulis beda bangsa dan bahasa, membicarakan tentang banyak hal. Ada keunikan tersendiri saat saya harus memaksakan diri berbahasa ala Upin dan Ipin.

Sebelumnya, tepat sebelum saya terus berkampanye tentang penggunaan sepeda setiap hari di jalan raya (sampai empat postingan), saya terus berkampanye tentang menulis. Ya, saya lebih banyak berteori tentang kepenulisan. Bagaimana bisa begini, bagaimana bisa begitu, dan sebagainya. Padahal … menulis adalah pekerjaan aktual, pekerjaan nyata, pekerjaan yang membutuhkan energi luar biasa, bukan hanya sekadar berteori. Okelah saya bisa mengelak karena profesi saya lainnya adalah sebagai pengajar tetap tentang media kreatif (salah satunya kepenulisan) di SMPIT Baitul Anshor, termasuk diundang sebagai pemateri untuk bidang kepenulisan. Akan tetapi, tidak banyak yang tahu kalau saya bisa jadi jarang menulis kecuali hanya menulis catatan ringan di blog ini. Sekali lagi: hanya catatan ringan! Namun, saya juga meng-appreciate mereka yang baru hanya bisa menulis diari atau hanya sekadar menulis tentang dunia pelajaran di kelasnya. Semuanya berproses dan kita harus menghargai semua proses itu.

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 24 Comments
Friday, November 20th, 2009 | Author: bangaswi

Menulis adalah profesi, dan hal itu sudah pernah saya bahas di sini. Apapun aktivitas kita, adalah profesi. Apabila aktivitas sobat baraya sehari-hari adalah mengajar, berarti profesi sobat baraya adalah menjadi seorang guru atau dosen. Begitu pula jika aktivitas sobat baraya sehari-hari adalah menulis. Dan profesi, pada titik tertentu akan mengalami kemandulan. Suatu saat, manusia akan mengalami kehidupan di bawah. Bagi seorang penulis, masa ini bisa jadi adalah kejumudan yang membuatnya tak dapat menemukan ide. Namun seperti sebuah roda, kehidupan akan terus bergulir. Dunia kepenulisan akan terus bergulir. Pada titik inilah seorang penulis harus beristirahat. Bertamasya. Mungkin menulis diari bisa menjadi pilihan tamasya yang menyegarkan. “Orang yang kembali ke buku harian adalah orang yang mencari dirinya, penyusuran jalan menuju pengembangan dan kesadaran, jalan menuju kreativitas,” kata Anais Nin.

Akan tetapi, bagaimana dengan orang yang aktivitas sehari-harinya adalah menulis diari? Carilah bentuk tamasya lainnya. Intinya adalah menyegarkan. Setelah bertamasya, otak dan fisik sobat baraya kembali menjadi segar dan siap untuk beraktivitas kembali.

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 14 Comments
Monday, November 09th, 2009 | Author: bangaswi

—-CRIK - CRIK - CRIK!
—-Aku menyodorkan recehan uang seratus kepada sang kenek, lalu menyandarkan kepalaku ke dinding kaca kopaja. Huffh! Tampaknya hari ini terlalu panas untuk dilewati dan menit-menit pun juga lamban bergerak. Entahlah, hatiku juga terasa lelah merasakan beban monoton setiap harinya. Akhirnya mataku sudah sangat berat untuk diajak kompromi dan secara perlahan kelopak mataku pun mulai turun.
—-“Asyiiik, kosong woi!”
—-“Akhirnya dapet juga boil yang rada kosong nih.”
—-“Gitu dong, Bang! Kite-kite kan juga berhak menikmati jasa angkutan umum ini, ya nggak, Coy?”
—-“YOI….”
—-“Hahahahaha….”
—-“Eh, Jack! Anak mana tuh yang lagi ngorok!”
—-“Woi, bangun! Jangan pura-pura tidur lu!”

more…

Category: Resensi [Cerpen]  | Tags: , , , ,  | 7 Comments