Archive for the Category » Cycling World «

Thursday, March 04th, 2010 | Author: bangaswi
  1. 73% orangtua tidak pernah berpikir bahwa anak-anak mereka memiliki cukup latihan fisik selama di sekolah.
  2. Anak-anak yang diantar ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan waktunya di atas kendaraan tersebut rata-rata 2 jam 35 menit dalam satu minggu, yang setara dengan 8% dari waktu sekolah mereka. Bandingkan dengan 5% dari waktu sekolah untuk kegiatan fisiknya (olahraga resmi).
  3. 67% orangtua melihat adanya peningkatan kesehatan dan kebugaran saat anak-anak mereka bersepeda ke sekolah.
  4. more…
Tuesday, February 23rd, 2010 | Author: bangaswi

Musim banjir telah tiba. Tidak hanya Jakarta sebagai kota metropolitan yang selalu berlangganan banjir, Bandung yang seharusnya jadi tempat ‘istirahat’ bagi orang-orang Jakarta pun juga ikut terendam banjir. Tidak main-main, bahkan banjir yang terjadi di Cieunteung pun hitungannya sudah mingguan dan mayoritas penduduknya kini tinggal di beberapa titik pengungsian. Beberapa kendaraan bermotor sudah tak mampu lagi, beberapa bahkan mogok di tengah jalan hingga terpaksa diangkut rakit. Untuk kedalaman tertentu, sepeda masih bisa digowes, selebihnya ….

banjir1

more…

Sunday, January 17th, 2010 | Author: bangaswi

Mentari menyala di sini
Di sini, di dalam hatiku
Gemuruhnya sampai di sini
Di sini, di urat darahku

Saya tersentak! Ya, lagu itu mengingatkan saya kembali ke masa 15 tahun yang lalu saat menjalani program pengenalan kampus yang lebih dikenal dengan istilah OSPEK. Kini, lagu itu diperdengarkan pada opening film dokumentasi perjalanan pesepeda berkeliling dunia yang dilakukan oleh Mas Paimo (50 tahun). Lagu Mentari pertama kali diperkenalkan oleh Iwan Abdurrahman atau Abah Iwan yang terkenal sebagai pecinta alam dan (juga) pesepeda dimana lagu yang paling dikenal dari sekian lagu-lagu ciptaannya adalah Melati dari Jayagiri.

more…

Wednesday, January 06th, 2010 | Author: bangaswi

funbike2

more…

Category: Cycling World  | Tags: , , , ,  | 19 Comments
Wednesday, December 02nd, 2009 | Author: bangaswi

Jum’at sore, di atas jembatan layang Kiaracondong pandangan saya menelusuri aktivitas manusia di Stasiun Kiaracondong. Angin cukup kuat untuk menerbangkan layang-layang yang banyak memenuhi langit Kota Bandung. Sambil memakan cakue, saya duduk di atas sadel Spidi yang bersandar di pagar pembatas. Spidi adalah sebutan sepeda saya yang bermerek Master dengan no. seri DSA 0026030 keluaran tahun 80-an, lebih awal daripada Federal yang sempat melegenda. Warna biru aslinya kini sudah ditimpa oleh cat semprot hitam dan poletan merah di beberapa bagian. Begitu pula beberapa tambahan dan penggantian aksesoris seperti suspension forks, stem, rem, spokes (jari-jari), ukuran ban dari 1,5 inci menjadi 2 inci, dan sebagainya. Jangan heran kalau saya mengetahui detail sepeda tersebut karena memang aktivitas bersepeda saya sudah sejak lama, bahkan boleh dibilang sedari kecil (saya masih ingat kecelakaan sepeda pertama adalah ketika masih SMP di Jl. RE. Martadinata, Tanjung Priok).

Mobil dan motor yang melintas di sebelah dengan kecepatan tinggi tidak saya hiraukan, hanya anginnya saja yang terus menerpa mencipta kesejukan dan kesegaran. Suasana yang saya anggap nyaman dan romantis itu kemudian membawa memori saya untuk berlari ke belakang. Memori pertama yang mengimbas pada kegiatan bersepeda saya yang saat ini sudah tiap hari untuk sarana transportasi bekerja, dan juga tentu saja untuk sarana berolahraga. Memori pertama yang membuat saya mampu bersepeda ke luar kota menempuh puluhan kilometer seperti Sumedang, Purwakarta (Waduk Cirata), dan juga tempat-tempat dengan ketinggian yang dapat dikatakan curam di sekitar Kota Bandung.

more…

Category: Cycling World  | Tags: , , , ,  | 21 Comments