Archive for the Category » Berhenti Sejenak «

Thursday, February 25th, 2010 | Author: bangaswi

KETIKA ITU….

Seorang ibu merintih kesakitan di pojok kamar yang sunyi….

Anak : Sakitkah, Bu, sakitkah luka yang menganga dan sangat dalam ini?
Ibu : Iya, Nak. Sangat. (sambil meneteskan air mata)
Anak : Oh Ibu… andaikan saya merasakan apa yang Ibu rasa mungkin tidak akan sekuat Ibu.
Ibu : Jangan, Nak, jangan pernah mengharapkan sesuatu yang orang pun enggan untuk memikirkannya sekalipun.
Anak : Kenapa Ibu bisa bertahan selama 5 tahun ini, menahan rasa sakit yang belum ditemukan obatnya?
Ibu : Kau, kalian anak-anakku yang membuat Ibu merasa mampu untuk bertahan dan berharap sembuh. Demi melihat kalian bahagia serta kalau boleh memohon kepada Allah, bolehkah rasa pasrahku ini menghapus dosa- dosaku yang lalu.
Anak : Apa yang Ibu harapkan dari kami?
Ibu : Bimbinglah Ibu. Ingatkan terus untuk memohon ampun kepada Allah, temani saat sakaratul maut akan menjemput. Bisikkan Allahu Akbar berkali-kali, jangan Laailaaha illallah. Ibu takut bila saatnya nanti tidak sempurna mengucapkannya dan mengubah artinya. Doakan agar Ibu sabar dan mampu menghadapi ini semua. Dan bila nanti Allah memanggilku kembali, kalian harus tegar dan jangan menangis. Kalian sudah besar, tangisan tidak akan menolongku. Doa anak-anak yang soleh dan solehah yang akan menolongku….[]

- 1,5 tahun yg lalu di kamar depan rumah kami

more…

Category: Berhenti Sejenak  | Tags: , , , ,  | 14 Comments
Tuesday, February 02nd, 2010 | Author: bangaswi

/1/

Ya Tuhan kami,
jadikan kami berdua orang
yang tunduk patuh kepada Engkau dan
jadikanlah di antara
anak cucu kami umat
yang tunduk patuh kepada Engkau dan
terimalah taubat kami.

more…

Category: Berhenti Sejenak  | Tags: , , , ,  | 10 Comments
Thursday, January 07th, 2010 | Author: bangaswi

Suara tangis keras terdengar dari kamar atas. Itu suara Ade, putri kedua saya yang bernama lengkap Anindya Rahmakhansa (3 tahun 4 bulan). Saya tahu kalau Ade dimarahi umminya karena melakukan kesalahan yang berulang-ulang. Sebelumnya Ade menumpahkan satu botol pembersih mulut yang masih disegel: semuanya. Setelah diperingati bahwa perbuatan itu tidak baik, ia pun mengangguk dan mengerti. Akan tetapi, tak lama kemudian Ade kembali mengulangi hal yang sama pada botol lainnya. Ade memang terlalu kreatif.

more…

Wednesday, December 16th, 2009 | Author: bangaswi

“Masih ingatkah kau dengan gambar itu?”
Mataku memaku. Aku tidak tahu apa yang sedang
kamu bicarakan. Sungguh …
“Gambar yang kau goreskan dengan begitu indah
dan ….” Kamu menghela napas panjang, “romantis.”
Aku diam. Aku malu untuk menggeleng, karena
aku benar-benar lupa dengan kejadian itu. Sungguh.
“Aku masih menyimpannya.”

more…

Category: Berhenti Sejenak  | Tags: , , , ,  | 21 Comments
Monday, November 02nd, 2009 | Author: bangaswi

Seberapa cepat sobat baraya mengetik dengan sepuluh jari? Atau … seberapa cepat sobat baraya mengetik dengan sebelas jari? Ya, di sini sobat baraya bisa membuktikan mengapa mengetik sepuluh jari jauh lebih cepat daripada sebelas jari.

Ya, bisa jadi kita tidak pernah mengukur seberapa cepat kita biasa mengetik dengan sepuluh jari. Bagi seorang penulis, atau lebih spesifik seorang notulen, tentu hal ini bisa dijadikan ukuran. Saya sendiri tidak pernah berpikir untuk mengukur seberapa cepat saya mengetik dan ini pun masih ada ukuran lagi, yaitu seberapa banyak kesalahan mengetik dengan kecepatan seperti itu. Sampai pada akhirnya saya dipertemukan oleh sebuah situs yang sangat bermanfaat untuk mengukur kecepatan sepuluh jari kita, yaitu http://indonesian-speedtest.10-fast-fingers.com/.

more…