Archive for the Category » Yuk, Menulis «

Thursday, March 11th, 2010 | Author: bangaswi

Menurut sobat baraya, mana yang lebih penting: menulis lebih baik atau lebih baik menulis? ^_^

Di sini, saya tidak akan membahas mana yang lebih penting karena masing-masing akan memiliki pendapat yang berbeda-beda. Jujur, saya awalnya bingung mau menulis apa, tetapi kemudian setelah menimbang beberapa hal, akhirnya tema inilah yang dipilih kali ini. Ya, menulis lebih baik. Apabila sobat baraya telah menulis baik, cobalah menulis lebih baik lagi, sehingga akan menghasilkan tulisan yang baik.

Tulisan yang baik memiliki banyak ciri, apalagi jika mengambil beberapa pendapat para pakar penulis di dalam maupun luar negeri. Akan tetapi, dari semua ciri itu, saya lebih suka menyoroti dua ciri saja, yaitu: bahwa tulisan yang baik harus memiliki tujuan dan tulisan yang baik harus mampu berkomunikasi atau menyampaikan pesan dengan jelas!

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 4 Comments
Tuesday, March 02nd, 2010 | Author: bangaswi

Saat dirawat karena DBD kemarin, saya menyempatkan diri menonton film ‘Finding Forrester’, selain ‘Miss Potter’ yang diperankan oleh Renee Zellweger (kisah tentang Beatrix Potter, penulis buku anak ‘The Tale of Peter Rabbit’ yang melegenda karena best-seller).

Film ‘Finding Forrester’ (2000) bercerita tentang Jamal Wallace (Rob Brown) yang mendapatkan beasiswa ke sekolah yang lebih prestisius. Di sekolah barunya ini, ia mendapatkan pelajaran menulis yang cukup serius dari Prof. Robert Crawford (F. Murray Abraham), yaitu menelaah buku karangan William Forrester. Tanpa disengaja, Jamal berkenalan secara unik dengan seorang tetangga misterius yang ternyata adalah William Forrester (Sean Connery). Di sinilah jalinan persahabatan mulai terbentuk antara keduanya termasuk transfer ilmu kepenulisan.

more…

Saturday, February 13th, 2010 | Author: bangaswi

Menulis, bagaimanapun akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan, apalagi di era teknologi yang semakin maju ini. Sobat baraya bisa mensurvei sendiri pekerjaan apa (dari tingkat manapun) di dunia ini yang tidak lepas dari praktik menulis. Orang-orang yang bekerja di perkantoran, mayoritas akan berkomunikasi dengan fasilitas yang menyediakan perangkat teks seperti email, internet messenger (IM), dan termasuk jejaring sosial yang lagi ngetren saat ini. Suka atau tidak, kemampuan kita untuk saling bertukar ide, berkolaborasi dengan sesama, hingga kemudian berhasil atau sukses, ditentukan oleh faktor kepenulisan secara efektif.

Mungkin bukan sesuatu hal yang baru, tetapi dengan sedikit metode yang berbeda, tulisan Andrew K. Stone yang diambil dari situs Pick the Brain kali ini bisa membuat sobat baraya belajar menulis lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah. Ada sepuluh tips sederhana bagaimana caranya sobat baraya memperbaiki gaya dan karakter penulisan, langsung dari pengarang yang dikenal lekat dengan sisi humanisnya (K. Stone adalah pengarang novel All Flowers Die dan Disappearing Into View yang cerdas menciptakan karakter unik dan ketajaman deskripsi, sehingga layak disejajarkan dengan John Irving, F. Scott Fitzgerald, dan Charles Dickens)

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 28 Comments
Saturday, January 30th, 2010 | Author: bangaswi

Sudah saatnya saya kembali menuliskan tentang dunia kepenulisan. Mohon maaf kepada sobat baraya yang telah menunggu lama hal ini. Jujur, kesibukan saya di kantor baru sedikit membuat mata saya terbuka lebar, khususnya dunia manajemen. Jika sebelumnya saya terlalu asyik dengan dunia bebas bernama freelance dan karyawan suruhan, sekarang saya lebih mencoba belajar bagaimana mengurus banyak orang, baik yang berada di lingkungan kantor maupun yang berada di luar.

Ini dunia baru, resminya. Artinya, saya pernah mengalami hal ini saat menjadi burung yang terbang bebas, tapi itu pun sedikit terkendala saat berhubungan dengan vendor di luar. Dari situ, saya belajar bahwa saat berhubungan dengan siapa pun, ada etika dan timbal-baliknya. Bukan hanya itu, juga sistem perjanjian hitam di atas putih yang HARUS ada. Meskipun yang berhubungan dengan kita adalah teman dekat, hitam di atas putih ini menjadi mutlak agar posisi kita tidak lemah saat meminta hak kita, selama kewajiban telah dilaksanakan. Ini pun sudah digariskan jauh-jauh hari oleh Allah Swt. betapa pentingnya sebuah akad dan dua orang saksi.

more…

Saturday, December 26th, 2009 | Author: bangaswi

Sudah dua kali saya merasakan menu yang sama, yang dibuatkan secara istimewa oleh istri saya. Saya sendiri tidak terlalu paham apa nama masakan ini, tetapi agar enak menyebutnya, okelah kita sebut saja makanan ini bernama Telur Saus Merah. Bahan utama makanan ini memang telur, yang lebih tepatnya adalah telur mata sapi atau biasa disebut dengan telur ceplok.

Cara membuatnya mudah saja, yaitu mempersiapkan bahan dasarnya dahulu, yaitu telur ceplok. Jumlahnya terserah, tapi istri saya biasa membuat dua atau tiga saja, sesuai dengan jumlah orang yang mau memakannya. Siapkan pula bawang putih dan bawang bombay, yang setelah diiris langsung ditumis bersama dengan saos (bisa tomat atau cabe tergantung kebutuhan). Untuk menambah selera, istri saya menambahkan sosis yang juga sudah dipersiapkan matang-matang. Bumbu ini dianggap matang apabila saosnya sudah terlihat meletup atau mendidih. Nah, siramkan bumbu ini pada telur dan sosis yang telah dipersiapkan sejak awal. Jadilah Telur Saus Merah yang mmm….

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 26 Comments