Archive for the Category » Another Words «

Wednesday, February 03rd, 2010 | Author: bangaswi

Saya merasakan makan siang yang kurang nikmat belakangan ini. Bukan karena menunya yang tidak menggiurkan atau kondisi badan yang tidak memungkinkan untuk mengonsumsi semua jenis makanan lezat. Alhamdulillah saya masih diberi tubuh yang dapat menikmati semua rezeki Allah itu. Satu hal yang mungkin membuat saya kurang nikmat menyantap makan siang, bisa jadi adalah kebersamaan.

Di kantor saya memang tidak ada kantin, sehingga saat jam makan siang otomatis semua karyawan akan beli makanan di luar. Jika tidak, tentu akan memakan perbekalan yang sudah disiapkan dari rumah atau membeli makanan di luar lalu makannya tetap di kantor. Semua berjalan biasa-biasa saja karena memang sudah dari sananya seperti itu. Yang biasa makan di luar tidak bermasalah, begitu pun dengan yang makan di kantor. Akan tetapi, saya seperti kehilangan makna saat jam-jam seperti itu, apalagi dengan maraknya penggunaan internet (khususnya facebook).

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 25 Comments
Saturday, January 23rd, 2010 | Author: bangaswi

Jadi gatal juga melihat antusias sobat baraya yang me-list 15 atau (bahkan ada yang sampai) 25 buku paling diingat. Tidak hanya itu, ada juga daftar buku yang membuat air mata mengalir. Luar biasa! Sadar atau tidak, semua buku–yang kita ingat itu–lah yang mengantarkan beberapa di antara kita menjadi seorang penulis atau menjadi seperti apa diri kita saat ini. Saya pun mengakuinya ….

Berbeda dengan yang lain, saya sangat terinspirasi oleh beberapa bacaan, bukan hanya dalam bentuk buku. Oleh karena itulah saya me-list sendiri 15 bacaan yang paling diingat dan menginspirasi saya.

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 27 Comments
Saturday, January 02nd, 2010 | Author: bangaswi

Bercermin adalah tindakan jujur bagaimana kita memahami diri sendiri tanpa ada maksud untuk menutupi sesuatu yang membuat kita ‘jatuh’. Bercermin merupakan budaya memaknai ‘siapa saya’ sehingga bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat dan juga mampu mengelola potensi diri agar bisa dikembangkan menjadi energi positif yang semakin membuat kita ‘bersinar’. Ya, sudah saatnya bagi kita untuk bercermin agar bisa terlihat mana bagian tubuh kita yang harus ditonjolkan dan mana yang harus disembunyikan. Bercermin tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain agar kita bisa menjadi pribadi yang tidak merugikan orang lain. Jadi, sudahkah sobat baraya bercermin hari ini?

ASWI memang nama saya, tetapi kata ini bermakna ganda. Ini adalah konsep yang saya tawarkan kepada sobat baraya sebagai modal untuk mengetahui siapa diri sobat baraya sendiri dan memahami apa mau sobat baraya dalam hidup ini. Inilah konsep yang membuka diri sobat baraya selebar-lebarnya hingga kemudian memutuskan apa yang harus sobat baraya lakukan. Apakah sobat baraya akan berdiam diri, berjalan seadanya, atau berlari dengan kecepatan tinggi? Konsep ini bisa saja tidak sesuai dengan sobat baraya, namun tidak ada larangan untuk belajar memahaminya dan mungkin—suatu hari nanti—sobat baraya pun akan menerapkannya. Kalaupun sudah sesuai, tinggal dipraktikkan saja. Jangan ditunda-tunda lagi. Mulailah dari sekarang.

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 14 Comments
Monday, December 14th, 2009 | Author: bangaswi

Suara motor bernada berat meraung-raung memasuki Jl. Cikapundung, dari arah Jl. ABC yang tidak lengang karena waktu memang bisa dibilang masih sore. Rombongan Biker Brotherhood saat itu cukup untuk meramaikan acara penutupan Helarfest 2009 di sisi sungai Cikapundung yang rusak. Sementara Pak Dede Yusuf beserta tamu undangan dari pihak pemerintah telah duduk menikmati berbagai pertunjukan kreativitas anak muda Bandung yang luar biasa. Dari pemutaran film “Age of Stupid” tadi sore di Gedung PLN plus konvoi yang dilakukan oleh B2W Bandung dan beberapa komunitas lainnya, pagelaran Helarfest 2009 mencapai puncaknya malam ini (13/12) dengan menghadirkan kelompok ‘tatabuhan’ dan campuran tari jaipong-topeng dengan atraksi yang tidak biasanya.

Bintan awalnya agak takut karena di tempat tersebut banyak berseliweran beberapa orang dengan pakaian dan dandanan yang ‘aneh-aneh’, yang menurutnya jelas menakutkan. Apalagi dengan sosok bertopeng yang tidak sengaja dilihatnya saat saya berbincang dengan salah seorang rekan di tenda belakang panggung. Acara semakin meriah dengan pelepasan perahu-perahu kertas berlilin ke sungai Cikapundung yang dimulai oleh Wagub Jabar, lalu dilanjutkan dengan pesta kembang api yang menggelegar tepat di atas kepala! Belum lagi acara pembagian bunga gratis dalam rangka promosi ‘Bandung Gila Bunga’ setiap hari Rabu: katanya.

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 7 Comments
Tuesday, October 13th, 2009 | Author: bangaswi

Kalau kedua anak saya sedang ingin menu telur buat makan, otomatis yang dimintanya pasti telur ceplok. Selain praktis cara membuatnya, tanpa dikocok terlebih dahulu seperti halnya telur dadar, hasilnya pun terdiri dari dua bagian, yaitu bagian kuning yang terletak di tengah dan bagian putih yang mengelilingi kuningnya. Bagian unik dan menarik yang akan saya ceritakan di sini bukan pada telurnya, tetapi pada bagaimana kedua anak saya itu memakan telurnya.

Bibin, anak pertama, lebih menyukai bagian putihnya. Katanya, sih, bagian putih ada ‘kriuk-kriuk’nya, yaitu pada tepinya. Entah mengapa ia tidak begitu suka dengan bagian kuningnya. Berkebalikan dengan anak kedua, Ninin lebih suka bagian kuningnya daripada putihnya. Alhamdulillah, karena keunikan itulah saya atau istri sering menyuapi keduanya secara bersamaan, artinya cukup satu piring, satu porsi, dan hanya satu telur. Tidak ada yang mubazir. Semuanya berlangsung seimbang.

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 12 Comments