Archive for » January, 2010 «

Saturday, January 30th, 2010 | Author: bangaswi

Sudah saatnya saya kembali menuliskan tentang dunia kepenulisan. Mohon maaf kepada sobat baraya yang telah menunggu lama hal ini. Jujur, kesibukan saya di kantor baru sedikit membuat mata saya terbuka lebar, khususnya dunia manajemen. Jika sebelumnya saya terlalu asyik dengan dunia bebas bernama freelance dan karyawan suruhan, sekarang saya lebih mencoba belajar bagaimana mengurus banyak orang, baik yang berada di lingkungan kantor maupun yang berada di luar.

Ini dunia baru, resminya. Artinya, saya pernah mengalami hal ini saat menjadi burung yang terbang bebas, tapi itu pun sedikit terkendala saat berhubungan dengan vendor di luar. Dari situ, saya belajar bahwa saat berhubungan dengan siapa pun, ada etika dan timbal-baliknya. Bukan hanya itu, juga sistem perjanjian hitam di atas putih yang HARUS ada. Meskipun yang berhubungan dengan kita adalah teman dekat, hitam di atas putih ini menjadi mutlak agar posisi kita tidak lemah saat meminta hak kita, selama kewajiban telah dilaksanakan. Ini pun sudah digariskan jauh-jauh hari oleh Allah Swt. betapa pentingnya sebuah akad dan dua orang saksi.

more…

Monday, January 25th, 2010 | Author: bangaswi

Pada tahun 2055, seorang pengarsip hidup menyendiri di ruangannya. Keadaan planet Bumi saat itu sangat mengerikan akibat bencana alam, peperangan, hingga sebagian besar permukaannya hanya terisi oleh air. Pete Postlethwaite, aktor yang memerankan orang tanpa nama tersebut, kemudian mengambil beberapa arsip beberapa tahun ke belakang untuk merunut apa yang terjadi sebenarnya sehingga bumi bisa seperti itu. Dan kita bisa melihat dalam film itu, betapa hal-hal yang remeh seperti membeli permen–lalu membuang pembungkusnya begitu saja–bisa berakibat fatal bagi planet Bumi ini di masa yang akan datang.

Itulah gambaran film “The Age of Stupid”, sebuah film drama-dokumenter-animasi Inggris yang dibuat oleh Franny Armstrong pada 2009. Inti dari film itu pada akhirnya memunculkan sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh diri kita masing-masing, “Mengapa kita tidak menghentikan perubahan iklim yang ekstrem saat kita memiliki kesempatan, yaitu saat ini?” The New York Times bahkan berani mengatakan bahwa film ini jauh lebih menggigit dari “An Inconvenient Truth”–sebuah film dokumenter 2006 tentang lingkungan hidup yang diwacanakan oleh Al Gore, wakil presiden Amerika.

more…

Saturday, January 23rd, 2010 | Author: bangaswi

Jadi gatal juga melihat antusias sobat baraya yang me-list 15 atau (bahkan ada yang sampai) 25 buku paling diingat. Tidak hanya itu, ada juga daftar buku yang membuat air mata mengalir. Luar biasa! Sadar atau tidak, semua buku–yang kita ingat itu–lah yang mengantarkan beberapa di antara kita menjadi seorang penulis atau menjadi seperti apa diri kita saat ini. Saya pun mengakuinya ….

Berbeda dengan yang lain, saya sangat terinspirasi oleh beberapa bacaan, bukan hanya dalam bentuk buku. Oleh karena itulah saya me-list sendiri 15 bacaan yang paling diingat dan menginspirasi saya.

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 27 Comments
Sunday, January 17th, 2010 | Author: bangaswi

Mentari menyala di sini
Di sini, di dalam hatiku
Gemuruhnya sampai di sini
Di sini, di urat darahku

Saya tersentak! Ya, lagu itu mengingatkan saya kembali ke masa 15 tahun yang lalu saat menjalani program pengenalan kampus yang lebih dikenal dengan istilah OSPEK. Kini, lagu itu diperdengarkan pada opening film dokumentasi perjalanan pesepeda berkeliling dunia yang dilakukan oleh Mas Paimo (50 tahun). Lagu Mentari pertama kali diperkenalkan oleh Iwan Abdurrahman atau Abah Iwan yang terkenal sebagai pecinta alam dan (juga) pesepeda dimana lagu yang paling dikenal dari sekian lagu-lagu ciptaannya adalah Melati dari Jayagiri.

more…

Thursday, January 14th, 2010 | Author: bangaswi

Sejak 1952, New York Times telah meminta beberapa juri terpilih untuk menentukan 10 buku terbaik tiap tahunnya dari ribuan buku-buku anak yang terbit pada tahun yang bersangkutan. Juri-juri yang terpilih untuk tahun ini adalah Adam Gopnik, seorang penulis New Yorker yang menulis dua novel anak “The King in the Window” dan “Steps Across the Water”. Lalu ada Jillian Tamaki, seorang dosen di School of Visual Arts yang pernah mendapatkan medali emas dari Society of Illustrators. Dan yang terakhir adalah Lisa Von Drasek, seorang pustakawan anak-anak dari the Bank Street College of Education.

Nah, kesepuluh buku-buku anak terbaik tahun 2009 adalah:

more…

Category: Penerbitan  | Tags: , , , ,  | 11 Comments