Archive for » December, 2009 «

Saturday, December 26th, 2009 | Author: bangaswi

Sudah dua kali saya merasakan menu yang sama, yang dibuatkan secara istimewa oleh istri saya. Saya sendiri tidak terlalu paham apa nama masakan ini, tetapi agar enak menyebutnya, okelah kita sebut saja makanan ini bernama Telur Saus Merah. Bahan utama makanan ini memang telur, yang lebih tepatnya adalah telur mata sapi atau biasa disebut dengan telur ceplok.

Cara membuatnya mudah saja, yaitu mempersiapkan bahan dasarnya dahulu, yaitu telur ceplok. Jumlahnya terserah, tapi istri saya biasa membuat dua atau tiga saja, sesuai dengan jumlah orang yang mau memakannya. Siapkan pula bawang putih dan bawang bombay, yang setelah diiris langsung ditumis bersama dengan saos (bisa tomat atau cabe tergantung kebutuhan). Untuk menambah selera, istri saya menambahkan sosis yang juga sudah dipersiapkan matang-matang. Bumbu ini dianggap matang apabila saosnya sudah terlihat meletup atau mendidih. Nah, siramkan bumbu ini pada telur dan sosis yang telah dipersiapkan sejak awal. Jadilah Telur Saus Merah yang mmm….

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 26 Comments
Saturday, December 19th, 2009 | Author: bangaswi

l-03_gempa

Salah satu topik yang dibahas oleh Greeners Magazine Volume 4 Edisi 3 November 2009 adalah tentang bencana alam, salah satunya adalah gempa yang terjadi di Sumatera Barat. Sebagai kontibutor, saya pun menyelipkan sedikit informasi apa yang bisa sobat baraya lakukan saat terjadi gempa. Tips ini sebenarnya disarankan oleh Doug Copp, kepala penyelamat dan manajer bencana dari American Rescue Team International (ARTI). Copp telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Copp bahkan telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985. Dari pengalaman itulah, Copp menemukan metode sederhana yang dinamakan segitiga kehidupan.

more…

Wednesday, December 16th, 2009 | Author: bangaswi

“Masih ingatkah kau dengan gambar itu?”
Mataku memaku. Aku tidak tahu apa yang sedang
kamu bicarakan. Sungguh …
“Gambar yang kau goreskan dengan begitu indah
dan ….” Kamu menghela napas panjang, “romantis.”
Aku diam. Aku malu untuk menggeleng, karena
aku benar-benar lupa dengan kejadian itu. Sungguh.
“Aku masih menyimpannya.”

more…

Category: Berhenti Sejenak  | Tags: , , , ,  | 21 Comments
Monday, December 14th, 2009 | Author: bangaswi

Suara motor bernada berat meraung-raung memasuki Jl. Cikapundung, dari arah Jl. ABC yang tidak lengang karena waktu memang bisa dibilang masih sore. Rombongan Biker Brotherhood saat itu cukup untuk meramaikan acara penutupan Helarfest 2009 di sisi sungai Cikapundung yang rusak. Sementara Pak Dede Yusuf beserta tamu undangan dari pihak pemerintah telah duduk menikmati berbagai pertunjukan kreativitas anak muda Bandung yang luar biasa. Dari pemutaran film “Age of Stupid” tadi sore di Gedung PLN plus konvoi yang dilakukan oleh B2W Bandung dan beberapa komunitas lainnya, pagelaran Helarfest 2009 mencapai puncaknya malam ini (13/12) dengan menghadirkan kelompok ‘tatabuhan’ dan campuran tari jaipong-topeng dengan atraksi yang tidak biasanya.

Bintan awalnya agak takut karena di tempat tersebut banyak berseliweran beberapa orang dengan pakaian dan dandanan yang ‘aneh-aneh’, yang menurutnya jelas menakutkan. Apalagi dengan sosok bertopeng yang tidak sengaja dilihatnya saat saya berbincang dengan salah seorang rekan di tenda belakang panggung. Acara semakin meriah dengan pelepasan perahu-perahu kertas berlilin ke sungai Cikapundung yang dimulai oleh Wagub Jabar, lalu dilanjutkan dengan pesta kembang api yang menggelegar tepat di atas kepala! Belum lagi acara pembagian bunga gratis dalam rangka promosi ‘Bandung Gila Bunga’ setiap hari Rabu: katanya.

more…

Category: Another Words  | Tags: , , , ,  | 7 Comments
Thursday, December 10th, 2009 | Author: bangaswi

Sudah delapan hari ini saya tidak meng-update blog ini. Artinya, ada keterlambatan enam hari dimana saya tidak menulis apa-apa selain menikmati hidup ini dengan berbagai aktivitas yang menguras tenaga dan waktu. Mengurus keluarga, mengurus diri sendiri, menjaga silaturahmi, memenuhi kewajiban, dan menambah ilmu. Semuanya berjalan harus dengan konsep dan alhamdulillah … saya menikmati hal itu semua. Dan subhanallah, selama dua hari ke belakang saya bisa berbincang-bincang langsung (kendati hanya lewat jaringan telepon) dengan rekan sesama penulis beda bangsa dan bahasa, membicarakan tentang banyak hal. Ada keunikan tersendiri saat saya harus memaksakan diri berbahasa ala Upin dan Ipin.

Sebelumnya, tepat sebelum saya terus berkampanye tentang penggunaan sepeda setiap hari di jalan raya (sampai empat postingan), saya terus berkampanye tentang menulis. Ya, saya lebih banyak berteori tentang kepenulisan. Bagaimana bisa begini, bagaimana bisa begitu, dan sebagainya. Padahal … menulis adalah pekerjaan aktual, pekerjaan nyata, pekerjaan yang membutuhkan energi luar biasa, bukan hanya sekadar berteori. Okelah saya bisa mengelak karena profesi saya lainnya adalah sebagai pengajar tetap tentang media kreatif (salah satunya kepenulisan) di SMPIT Baitul Anshor, termasuk diundang sebagai pemateri untuk bidang kepenulisan. Akan tetapi, tidak banyak yang tahu kalau saya bisa jadi jarang menulis kecuali hanya menulis catatan ringan di blog ini. Sekali lagi: hanya catatan ringan! Namun, saya juga meng-appreciate mereka yang baru hanya bisa menulis diari atau hanya sekadar menulis tentang dunia pelajaran di kelasnya. Semuanya berproses dan kita harus menghargai semua proses itu.

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 24 Comments