Archive for » July, 2009 «

Wednesday, July 29th, 2009 | Author: bangaswi

Bisa jadi ini konsep tersederhana yang pernah dibuat, tetapi mudah-mudahan hal ini tetap bisa menjadi penyemangat buat sobat baraya yang akan/sudah menisbahkan diri sebagai penulis. Dan bukan kebetulan kalau konsep ini ditulis berdasarkan pengalaman saya.

Pre-Writing adalah konsep pertama sebelum sobat baraya terjun menjadi seorang penulis profesional.
Y : akinkan Diri
U : bah Paradigma
K : enali Diri

Ya, sebelum sobat baraya terjun bebas menjadi seorang penulis profesional, sudah selayaknya untuk meyakinkan diri bahwa sobat baraya mempunyai keinginan yang kuat dan mampu. Tanpa adanya keyakinan diri yang kuat, sulit untuk menjadi seorang penulis (apalagi profesional). Banyak sekali rintangan yang menghadang dan semua itu terus menyerang sobat baraya dari segala penjuru.

more…

Monday, July 27th, 2009 | Author: bangaswi

Alkisah ada seorang manusia bernama Alif yang sedang membangun perusahaan pelatihannya. Ia pun kemudian meminta bantuan seorang kawan dekatnya berupa dana tunai yang akan digunakan untuk melengkapi inventaris kantornya. Alif pun langsung menelepon Hamzah, kawan dekatnya yang sudah sukses itu. Tiga hari setelah menelepon, Hamzah balik menelepon Alif. “Lif, saya sudah transfer uang 5 juta ke rekening ente. Tolong dicek. Mudah-mudahan ente bisa melengkapi inventaris yang dibutuhkan,” ujar Hamzah.

Subhanallah. Tentu hal itu menjadi berita yang mengejutkan dan menggembirakan buat Alif. “Alhamdulillah … alhamdulillah. Makasih, Zah. Ente bener-bener temen yang baik,” jawab Alif tak kuasa menahan debur jantungnya yang mendadak seperti tersetrum. “Tapi tolong diingat, Lif,” sahut Hamzah menyambung, “ente nggak usah memikirkan cara pengembaliannya. Saya sudah ikhlas, kok.” Saat itulah Alif seperti tersengat petir yang berkapasitas jutaan volt. “M-m-a-k-k … sud ente apa?” Hamzah pun menenangkan dengan bahasa khasnya, “Ente sudah pasti paham apa maksud saya. Pergunakan yang bijak ya….”

more…

Friday, July 24th, 2009 | Author: bangaswi

Desain bisa jadi adalah hobi saya yang paling esensi ketimbang menulis, mengedit, atau bersepeda sekalipun. Tanpa disadari, darah seni sudah mengalir di dalam darah saya sejak kecil. Kalau dirunut, Bapak adalah pekerja seni yang kreatif. Kendati dilahirkan di desa paling ujung Wonosobo dan sehari-hari hanya mengangon kambing yang tidak seberapa, tetapi beliau berhasil menjadi orang kota dengan bekerja di PLN. Pekerjaan sehari-harinya adalah mengelas besi sehingga tak heran kalau hampir semua perabotan di rumah kami terbuat dari besi yang dilasnya sendiri, baik itu tempat tidur, meja, kursi, hingga beberapa perkakas semacam palu dan lain-lain. Menjelang pensiun, beliau tergabung dalam grup karawitan yang pernah manggung di TMII sekaligus memantapkan diri sebagai penulis kaligrafi aksara jawa yang mumpuni.

more…

Thursday, July 23rd, 2009 | Author: bangaswi

Setelah kemarin asyik berenang bersama keluarga di Karang Setra. Setelah tadi pagi hingga siang saya berkewajiban menjadi juri mewarnai tingkat TK dan menggambar tingkat SD se-Bandung yang diadakan oleh PT Biofarma. Malam harinya saya pun meniatkan diri untuk membuat E-Magz Issue #004/Juli 2009 ini. Alhamdulilah, pekerjaan ini diselesaikan pada pukul 22.15 setelah dimulai dari pukul 19.00 (yang dipotong untuk makan malam dan menjemput istri di Binong).

Issue #004/Juli 2009 ini masih juga menghadirkan empat rubrik, yaitu Greeners Society, Some of Portfolio, Yuk, Menulis, dan [Be & Re] Creative. Sebagai penghargaan atas pembuatan desain sampul yang pernah saya kerjakan, saya pun memampang hasilnya sebagai cover e-magz kali ini. Boleh dibilang, inilah hasil kerja kreatif saya di photoshop yang pertama kali setelah menonton ‘Photoshop Top Secret’ edisi 1. Benar-benar memuaskan.

Silakan DOWNLOAD![]

Tuesday, July 21st, 2009 | Author: bangaswi

Sangat menarik membaca tulisan Ajip Rosidi pada kolom Stilistika di HU Pikiran Rakyat (11/07) yang menyatakan bahwa Presiden SBY banyak sekali menggunakan kata-kata dan ungkapan bahasa Inggris di Forum Kadin. Namun sanggahan yang diberikan oleh Ketua Partai Demokrat dalam acara “Apa Kabar Indonesia Malam” di salah satu stasiun TV swasta sehari sesudahnya adalah, “Tetapi karena beliau berbicara di Forum Kadin niscaya para anggota Kadin yang hadir dapat mengerti apa yang dikatakannya.”

Menurut Ajip Rosidi, masalahnya bukan pada mengerti atau tidaknya para hadirin tetapi tidaklah pada tempatnya punya presiden yang berbicara dengan sebentar-sebentar diselingi atau dicampur dengan bahasa Inggris, seakan-akan bahasa Indonesia tidak cukup mampu atau tidak cukup terhormat untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya. Ajip Rosidi kemudian membandingkannya dengan Bung Karno dan Bung Hatta yang boleh dikatakan menguasai bahasa Belanda dan Inggris jauh lebih baik, tetapi kalau berbicara dalam forum resmi tetap menjaga hanya berbicara dalam bahasa Indonesia. Terkecuali istilah-istilah yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

more…