Archive for » June, 2009 «

Monday, June 29th, 2009 | Author: bangaswi

Adobe Photoshop selain terkenal sebagai software pengolah gambar non-vektor yang banyak dipakai oleh para desainer grafis ternyata mempunyai fungsi tambahan lain, yaitu animasi. Fungsi ini tidak banyak yang mengetahuinya karena merasa sudah cukup menggunakan software khusus animasi seperti Adobe Flash. Fungsi ini cukup sulit jika dibandingkan hanya sekadar melukis. Namun setahu saya, seri yang sudah mendukung teknik ini baru dimulai dari CS2 (mohon dikoreksi kalau salah). Saya sendiri mencoba menjelaskan teknik ini dengan memakai seri CS3.

Animasi adalah sebuah gambar bergerak yang dibuat dari beberapa gambar mati (still images). Gambar mati ini bisa berasal dari ilustrasi, foto objek, atau foto orang-orang yang berbeda gaya. Jelas, kita membutuhkan banyak sekali gambar-gambar mati yang satu dengan lainnya harus ada korelasi agar gambar-gambar tersebut dapat menciptakan gambar bergerak yang enak dilihat. Animasi kemudian diterapkan pada film, video, dan komputer. Sobat baraya bisa membuat animasi klasik dengan cara menggambarnya pada halaman-halaman buku, lalu buku tersebut dibuka tiap-tiap halaman dengan kecepatan tertentu. Ini jadi mengingatkan saya semasa SD saat membuat gambar bergerak pada pojok kanan-kiri bawah buku pelajaran … hehehe. Nah, istilah ‘kartun’ kemudian muncul untuk menjelaskan kerja animasi di bawah 10 menit yang sifatnya menghibur.

more…

Saturday, June 27th, 2009 | Author: bangaswi

“Writing” adalah representasi bahasa pada media tekstual dengan menggunakan beberapa tanda atau simbol (yang dikenal sebagai sistem kepenulisan). Budaya menulis dimulai sebagai akibat dari kebutuhan akuntansi. Pada masa milenium ke-4 sebelum masehi, kompleksitas perdagangan dan perkembangan administrasi membutuhkan kapasitas memori yang lumayan banyak, dan tulisan pada akhirnya menjadi salah satu metode perekaman tepercaya yang permanen (Robinson, 2003, hal 36).

Dalam bahasa Inggris, ‘writing’ merujuk kepada dua hal, yaitu sebagai kata benda (tulisan) dan sebagai kata kerja (menulis). Kegiatan menulis sehingga menghasilkan tulisan adalah proses pembentukan kata-kata pada sebuah media, sehingga lahirlah teks-teks. Orang yang menulis pada akhirnya disebut sebagai penulis. Sesuai perkembangan zaman, lahirlah beberapa profesi spesifik yang berkaitan dengan dunia kepenulisan seperti penyair, penulis esai, novelis, penulis drama, jurnalis, dan lain-lain. Di luar itu ada orang-orang yang dikenal sebagai penerjemah dan ghost writer. Sementara orang yang mengelola hasil tulisan secara estetika dan atau tanpa gambar dikenal dengan kaligrafer (pembuat kaligrafi) dan desainer grafis.

more…

Thursday, June 25th, 2009 | Author: bangaswi

Bagi seorang penulis, mencatat buku-bukuĀ  yang sudah ditulis adalah hukumnya wajib. Dengan begitu, sejarah kepenulisan kita akan tercatat dengan rapi dan bahkan bisa masuk dalam sejarah kepenulisan seperti Mas Ali yang sudah membukukan karyanya sebanyak 300 buku anak sehingga tercatat di MURI sebagai penulis buku anak terbanyak. Begitu pula dengan Kang Arul yang sedang menuju buku ke 200. Sedangkan saya? Ternyata masih jauh di bawah mereka.

Dengan serius tapi santai, saya pun mulai mencari data-data tentang buku saya sehingga akhirnya didapatkanlah angka 45. Ya, saya baru menulis 45 buku yang terdiri dari 7 antologi cerpen, 3 kumpulan cerpen, 1 komik, 1 novel, 4 cerita anak, 4 antologi non fiksi, dan 25 non fiksi. Tolong dicatat bahwa ini adalah jumlah buku yang sudah diterbitkan sehingga bisa dicari keberadaannya di toko-toko buku. Apabila sobat baraya melihat adanya antologi cerpen dan kumpulan cerpen, ini hanyalah untuk membedakan bahwa antologi adalah buku yang ditulis tidak hanya oleh saya tetapi juga bersama teman-teman yang terlibat. Begitu pula dengan antologi non fiksi, dimana saya pernah menulis bareng Ust. Fauzil Adhim, Shahnaz Haque, Okky Asokawati, Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, bahkan Habiburahman El-Shirazy. Di luar itu, masih ada beberapa nama yang cukup dikenal terutama dari kalangan FLP (Forum Lingkar Pena) atau bahkan kalangan sastrawan seperti Teguh Winarsho, Irwan Kelana, dan Isbedy Stiawan.

more…

Monday, June 22nd, 2009 | Author: bangaswi

l-01_kalpataruUntuk mendorong dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup sejak tahun 1980 memberikan penghargaan lingkungan bernama KALPATARU. Penghargaan diberikan kepada masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok yang telah memberikan sumbangsihnya pada upaya pelestarian fungsi lingkungan. Melalui pemberian insentif ini, diharapkan inisiatif masyarakat dalam melestarikan fungsi lingkungan semakin berkembang, khususnya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan di sekitarnya.

KALPATARU berasal dari kata KALPA yang berarti kehidupan dan TARU yang berarti pohon. Secara utuh dimaknai sebagai pohon kehidupan yang mencerminkan tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang. KALPATARU juga dianggap sebagai pohon penghidupan, yaitu pohon lambang kehidupan yang menggambarkan pengharapan (KBBI, Balai Pustaka). Lambang KALPATARU diadopsi dari relief yang terdapat pada dinding Candi Mendut dan Candi Prambanan yang merefleksikan harmonisasi antara hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup.

more…

Saturday, June 20th, 2009 | Author: bangaswi

Sebenarnya kita hanya mengenal sembilan angka ditambah dengan angka 0, yaitu 1-9. Kesepuluh angka inilah yang membuat dunia matematika menjadi kompleks. Dari perhitungan yang sangat sederhana, sampai perhitungan yang sangat rumit, apalagi jika melibatkan simbol-simbol lain. Kali ini, cukuplah kita melihat keajaiban angka 123456789 berikut ini yang cukup mencengangkan:

123456789 x 9 = 1111111101
123456789 x 18 = 2222222202
123456789 x 27 = 3333333303
123456789 x 36 = 4444444404
123456789 x 45 = 5555555505
123456789 x 54 = 6666666606
123456789 x 63 = 7777777707
123456789 x 72 = 8888888808
123456789 x 81 = 9999999909

more…