Saturday, May 16th, 2009 | Author: bangaswi

Kualitas udara yang buruk dapat mempengaruhi fungsi paru-paru para pesepeda seperti bersepeda di dekat pembuangan asap bis atau mobil. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap para pembawa pesan bersepeda (cycling messengers) di London yang dilakukan oleh Universitas Brunel. Mereka mengatakan kalau efek negatif dari udara yang buruk itu membuat kesehatan para pesepeda itu makin buruk. Meskipun para pesepeda itu memilih waktu dimana keadaan lalu lintas tidak terlalu padat, hasilnya ternyata tidak terlalu mempengaruhi. Sementara itu peneliti dari Universitas New South Wales menyatakan bahwa kesehatan para pesepeda akan lebih terjaga kalau ada banyak orang yang bersepeda di jalan. Nah, yang jadi pertanyaan penting adalah apa yang harus dilakukan para pesepeda? Apakah harus bersepeda pada waktu dimana keadaan lalu lintas tidak terlalu padat, menghindari jalur bis, atau menggunakan masker?

Masker memang bisa menjadi salah satu alternatif karena mengubah kinerja paru-paru menjadi lebih baik setelah bekerja selama 7,5 jam di jalan-jalan London yang sibuk daripada tidak memakai masker. Pada saat tingkat polusi sedang tinggi, kinerja paru-paru berkurang lima persen dan para pelakunya mengalami efek “acute inflammation” atau rasa sakit (yang kadang-kadang disertai panas) pada paru-paru mereka. Saat kualitas udara kembali membaik, kinerja paru-paru juga kembali normal. Perlu diketahui bahwa paru-paru adalah penghantar terbaik sehingga hanya membutuhkan 10 detik untuk menghantarkan partikel-partikel asap rokok yang terhisap untuk mencapai otak.

Sementara itu, saat paru-paru kita berada pada kondisi terburuk saat lalu lintas yang padat, tingkat keselamatan kita mungkin berada pada titik tertinggi, khususnya jika ada banyak pesepeda di sekelilingnya. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas New South Wales mencoba membandingkan penelitian yang dilakukan di negara lain (15 negara termasuk Belanda, Denmark, Australia, dan 68 kota di California) untuk menemukan bahwa mitos urban “safety in numbers” itu memang sesuai kondisinya untuk para pesepeda.

Semakin banyak jumlah pesepeda di jalan, penelitian menunjukkan bahwa para pengendara kendaraan bermotor yang mengubah perilakunya dalam berkendaraan (termasuk mengurangi jumlah pemakaian kendaraan bermotornya) dapat mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Pada kondisi tertentu, komunitas seperti bike to work (B2W) yang terus berkampanye tentang pentingnya penggunaan sepeda sebagai alat transportasi, ternyata dapat mengurangi jumlah kecelakaan akibat kendaraan bermotor menjadi sepertiganya. Artinya, kendati hal ini seperti paradoks, semakin banyak orang yang bersepeda ternyata dapat mengurangi jumlah kecelakaan di jalan raya. Memang tidak sesederhana seperti tampaknya, tetapi secara tidak langsung, makin banyak orang yang berjalan kaki atau bersepeda, para pengendara kendaraan bermotor tentu akan semakin berhati-hati dalam berkendaraan.

“Inilah yang disebut dengan lingkaran virtuous,” ujar Dr. Julie Hatfield pada seminar keamanan bersepeda di Sydney, Australia, 5 September 2008 lalu. “Jauh lebih aman bersepeda secara berkelompok daripada sendirian,” ujarnya menambahkan. Secara tidak langsung, dia juga mengatakan bahwa kelengkapan bersepeda di jalan raya juga menunjukkan siap tidaknya seseorang untuk bersepeda. “Inilah efek positifnya meski beberapa orang merasa heran bahwa tingkat kecelakaan tidak bertambah (dan malah berkurang) bersamaan dengan meningkatnya jumlah pesepeda,” ujar Dr. Chris Rissel dari Universitas Sydney. “Hal ini menunjukkan bahwa para pengendara kendaraan bermotor mulai berhati-hati saat mengetahui banyaknya orang yang bersepeda, kemudian mulai menunjukkan rasa simpatiknya, yaitu turut bersepeda.”

Perhatian terhadap rasa aman saat di jalan raya begitu penting di Australia. Lebih dari 1,68 juta orang dewasa yang bersepeda pada 2006, bandingkan peningkatannya dimana pada 2001 ada sekitar 250.000 pesepeda. Pada masa itu, telah terjadi pertambahan sebanyak 22% orang yang bekerja dengan menggunakan sepeda (bike to work) di Sydney. Di Melbourne sudah terjadi peningkatan 42% saat di Sydney hanya terjadi peningkatan sebanyak 9%. Pada 2006 menunjukkan bahwa ada 12.132 orang yang ber-B2W di Sydney. Rissel juga menambahkan bahwa sepeda sebagai alat transportasi banyak dipilih orang karena ada rasa ‘fun’ dan nyaman sekaligus juga ada tujuan kesehatan dan menjaga lingkungan hidup. “Kita harus menciptakan kondisi bahwa sepeda itu sahabat dan menunjukkan positifnya bersepeda pada kampanye keselamatan di jalan raya. Begitu juga dengan pentingnya mengingatkan pesepeda memakai helm dan perlengkapan pendukung lainnya agar mereka lebih berani bersepeda di jalan raya.”

Tips Bersepeda di Jalan Raya

Untuk sobat baraya yang bersepeda di jalan raya, cara-cara berikut ini dapat meminimalisasi asupan polusi ke dalam tubuh sehingga kesehatan paru-paru pun dapat terjaga:

  1. Pilihlah rute yang sedikit jumlah kendaraan bermotornya atau volume lalu lintasnya tidak padat. Penelitian di Belanda menunjukkan ada pengurangan PM (jumlah polutan) sebanyak 10-30% pada jam lalu lintas yang tidak padat.
  2. Bersepedalah sepagi mungkin dan setelah hujan jika memungkinkan.
  3. Gunakan alat-alat tambahan seperti masker.
  4. Hindari bersepeda pada cuaca panas atau berangin.
  5. Pilihlah rute yang melewati taman atau jalur air.
  6. Hindari berkendaraan di belakang mobil, khususnya bis yang mengeluarkan asap buangan kotor (hitam pekat).
  7. Jika harus berhenti (karena lampu merah), berdirilah di depan kendaraan bermotor (jangan di belakangnya) sehingga tidak menghirup banyak asap polusi.

Sumber Referensi: [http://www.treehugger.com/], [http://www.responsesource.com/], [http://www.purebreathe.com/], dan [http://www.sciencedaily.com/]

Category: Cycling World
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

15 Responses

  1. benar sekali, kalau di belakang motor kita malah jadi sasaran polusi itu. pingin sekali saya mencoba hobi ini

  2. ini salah satu keinginan saya yang belum kesampaian nih pak,
    bersepeda .. yaa bersepeda.

  3. 3
    bangaswi 
    Monday, 18. May 2009

    >> antown & mascayo : kenapa tidak dimulai dari sekarang?

  4. Wahhhhh sayang disini aku ga ada temenya, pengen banget padahal

  5. Dari semester 2 sampe semester 4 diriku bersepeda ke kampus loh, dan malah mungkin satu2nya mahasiswa yang bersepeda ke kampus

    asik juga

  6. 6
    bangaswi 
    Monday, 18. May 2009

    >> raffael : nggak usah nyari temen, raf, kalau berani dimulai dari diri sendiri dulu ^_^ berani nggak?
    >> angga : diterusin nggak sekarang?

  7. yukkk bersepeda.. bersepeda.. apalagi sambil JJS (jalan jalan sore).. wuuueeenakk pastinya..

  8. 8
    bangaswi 
    Monday, 18. May 2009

    >> madi : so … pasti!

  9. dulu sempet sepedahan terus jatuh jadi aja kapok lagi

  10. >> senny : kenapa sekarang nggak diterusin lagi. mungkin saya jatuhnya lebih banyak dan lebih parah daripada senny ^_^

  11. yuk mari bersepeda :)

  12. >> afwan : Mari bersepeda juga, Bang Afwan.

  13. riding bike is my hobby….
    setiap hari kuliahan pake sepeda……

  14. >> dik : Mantap! Lanjutkan!

  1. [...] komunitas ini terbentuk. Semoga, ke depannya makin banyak orang yang respect pada para pesepeda di jalan raya yang berusaha total mematuhi rambu-rambu lalu lintas, meski masih ada sebagian yang belum [...]

Leave a Reply