Lambang bilangan yang kita kenal pada masa kini berasal dari tulisan Hindu dan lambang bilangan Arab orang Mor di Spanyol, dengan perbaikan berturut-turut di Eropa. Titik bulat pada ujung beberapa deretan menunjukkan lambang nol. Pentingnya nol ini diakui oleh orang Arab pada salah satu dari kalimatnya yang paling tajam dalam sejarah matematika: “Bila (dalam pengurangan) tidak ada sisanya, tulislah lingkaran kecil agar supaya tempatnya tidak menjadi kosong”. Dapat dibayangkan bagaimana jadinya kalau angka 0 tidak diciptakan!
Archive for » April, 2009 «
Penelitian di Inggris yang dilakukan oleh YouGov pada 2006 menunjukkan bahwa anak-anak yang bersekolah dengan menggunakan sepedanya sebagai alat transportasi ternyata lebih percaya diri, lebih sigap/gesit, dan lebih berani mengambil keputusan. Hal ini tentu saja jika dibandingkan dengan mereka yang bersekolah dengan kendaraan bermotor. Tidak hanya itu saja, penelitian di Amerika juga menunjukkan bahwa anak-anak yang bersepeda menunjukkan hasil ujian yang lebih baik. Artinya, jika diambil dua anak yang berkemampuan sama namun yang satu bersepeda sedang yang lain menggunakan kendaraan bermotor, hasil ujian sekolahnya akan lebih yang menggunakan bersepeda.
Sepasang suami isteri yang sama-sama berkarier terlihat meninggalkan rumahnya dengan sepeda motor yang terlihat masih gres. Karier sang suami boleh dibilang sedang menanjak, dan sebagai buktinya mobil keluaran terbaru sudah terpajang di garasi rumah mereka sejak sebulan yang lalu. Kebetulan saja hari itu mereka memang tidak berniat untuk memakai mobil. Mereka telah memiliki seorang anak perempuan yang cantik dan imut, namanya Dita dan baru berusia tiga setengah tahun. Di rumah, ada seorang pembantu yang berusia sekira 30 tahunan, Dita sering memanggilnya dengan sebutan Mbok Minah.
Apabila Mbok Minah sedang sibuk di dapur atau menyelesaikan pekerjaan lainnya di dalam rumah, Dita sudah terbiasa bermain sendiri di sekeliling rumah. Dia bisa bermain boneka di kamarnya, di ruang tamu, di teras, bermain ayunan di halaman, atau hanya sekadar memetik bunga maupun dedaunan di taman kecil di samping dan depan rumahnya. Mbok Minah tidak terlalu khawatir karena Dita tergolong anak yang penurut dan tidak macam-macam. Ya, dia bisa beranggapan seperti itu karena Mbok Minah yang memegang dan mengasuh Dita sejak masih bayi.
Alhamdulillah, akhirnya E-Magz perdana bisa hadir di sini. Sobat baraya dapat men-download Issue #001/April 2009 secara gratis dan dipersilakan untuk menyebarkannya pada siapa pun dan di mana pun. Issue pertama ini akan mengetengahkan pertanyaan, “Kapan sobat baraya pertama kali nge-blog?” pada rubrik Another Words. Ya, kendati sederhana, nge-blog pada akhirnya adalah aktivitas yang sudah mulai banyak memberikan manfaat, tidak hanya untuk pelakunya tetapi juga terhadap orang-orang yang ada di sekelilingnya. Di luar itu, masih ada rubrik lainnya seperti Berhenti Sejenak, Cycling World, dan Dunia Hitungan. Sementara untuk rubrik lainnya yang belum sempat masuk, tunggu saja issue berikutnya. Tertarik?[]
Silakan DOWNLOAD!
Echa, murid privat saya yang sekolah di salah satu SMU Negeri Bandung curhat saat kali pertama masuk setelah libur lebaran. Kata Echa, gurunya memberikan pengumuman kalau UAN diselenggarakan pada April 2009. Bagi kita yang sudah mengalami hal itu atau bahkan belum dan masih jauh banget, mungkin bukan sesuatu yang besar, tetapi tidak bagi Echa!
Itu adalah “pengumuman seram” baginya, sehingga momen lebaran yang seharusnya penuh suka cita menjadi terasa menegangkan. Setidaknya sesaat. Oleh karena itu, Echa pun melepas ketegangan itu dengan menonton “Laskar Pelangi” bersama kawan-kawannya. Mata pelajaran yang diujikan pun sebenarnya berkurang, dari yang tadinya enam pelajaran jadi tiga pelajaran, yaitu tinggal Matematika, Fisika, dan Kimia (Echa kebetulan ‘ngambil’ IPA).




Recent Comments