Thursday, March 11th, 2010 | Author: bangaswi

Menurut sobat baraya, mana yang lebih penting: menulis lebih baik atau lebih baik menulis? ^_^

Di sini, saya tidak akan membahas mana yang lebih penting karena masing-masing akan memiliki pendapat yang berbeda-beda. Jujur, saya awalnya bingung mau menulis apa, tetapi kemudian setelah menimbang beberapa hal, akhirnya tema inilah yang dipilih kali ini. Ya, menulis lebih baik. Apabila sobat baraya telah menulis baik, cobalah menulis lebih baik lagi, sehingga akan menghasilkan tulisan yang baik.

Tulisan yang baik memiliki banyak ciri, apalagi jika mengambil beberapa pendapat para pakar penulis di dalam maupun luar negeri. Akan tetapi, dari semua ciri itu, saya lebih suka menyoroti dua ciri saja, yaitu: bahwa tulisan yang baik harus memiliki tujuan dan tulisan yang baik harus mampu berkomunikasi atau menyampaikan pesan dengan jelas!

more…

Category: Yuk, Menulis  | Tags: , , , ,  | 9 Comments
Thursday, March 04th, 2010 | Author: bangaswi
  1. 73% orangtua tidak pernah berpikir bahwa anak-anak mereka memiliki cukup latihan fisik selama di sekolah.
  2. Anak-anak yang diantar ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan waktunya di atas kendaraan tersebut rata-rata 2 jam 35 menit dalam satu minggu, yang setara dengan 8% dari waktu sekolah mereka. Bandingkan dengan 5% dari waktu sekolah untuk kegiatan fisiknya (olahraga resmi).
  3. 67% orangtua melihat adanya peningkatan kesehatan dan kebugaran saat anak-anak mereka bersepeda ke sekolah.
  4. more…
Tuesday, March 02nd, 2010 | Author: bangaswi

===Rumah sederhana. Dan matahari pun begitu bangga bisa menyinarinya, bahkan pada seluruh permukaan bumi yang penghuninya banyak yang tidak menyadari kehangatannya. Kehadirannya. Kelopak-kelopak bergerak dalam hitungan menit untuk membuka, memperlihatkan sari dan esensialnya sebagai bunga. Merekah dan mengundang kumbang-kumbang yang berjuang demi keluarganya. Bergerak dan mendengung, di antara tangkai-tangkai kecil yang begitu kokoh menyangga daun, duri, buah, bunga. Juga serangga-serangga kecil yang menumpang hidup darinya. Kompleksitas kehidupan, yang saling berhubungan. Begitu juga dengan makhluk termulia karena akal yang disandangnya. Penghuni rumah sederhana itu.
===Seorang laki-laki berumur—dengan jenggot putih menjuntai sepanjang kurang lebih 5 cm, kacamata baca yang lumayan tebal, dan kopiah putih yang bertengger di kepalanya—sedang asyik membaca sebuah kitab di ruang tengah. Ruang tengah yang juga sederhana, dengan empat buah kursi kayu berhiaskan sulaman kulit bambu yang kokoh. Secangkir kopi tersaji dengan uap yang masih mengepul di atas meja, bersanding dengan kitab tebal beralaskan kain coklat bercorak batik. Selaras dengan warna alami kayunya. Satu kali lelaki tua yang biasa dipanggil kiai oleh tetangga-tetangganya itu membenarkan letak kacamatanya, sambil tangan lainnya menggaruk-garuk punggungnya yang tertutupi kaos berwarna putih. Sarung putih bercorak garis vertikal-horizontal di bagian bawahnya menjuntai hingga ke lantai yang sudah tertutupi ubin berwarna kuning. Kuning pupus karena bercampur debu yang melekat erat. Sangat sulit untuk dihilangkan. Lelaki tua itu mendesah. Dan setelah menyeruput kopinya, ia menoleh ke arah kanan.

more…

Tuesday, March 02nd, 2010 | Author: bangaswi

Saat dirawat karena DBD kemarin, saya menyempatkan diri menonton film ‘Finding Forrester’, selain ‘Miss Potter’ yang diperankan oleh Renee Zellweger (kisah tentang Beatrix Potter, penulis buku anak ‘The Tale of Peter Rabbit’ yang melegenda karena best-seller).

Film ‘Finding Forrester’ (2000) bercerita tentang Jamal Wallace (Rob Brown) yang mendapatkan beasiswa ke sekolah yang lebih prestisius. Di sekolah barunya ini, ia mendapatkan pelajaran menulis yang cukup serius dari Prof. Robert Crawford (F. Murray Abraham), yaitu menelaah buku karangan William Forrester. Tanpa disengaja, Jamal berkenalan secara unik dengan seorang tetangga misterius yang ternyata adalah William Forrester (Sean Connery). Di sinilah jalinan persahabatan mulai terbentuk antara keduanya termasuk transfer ilmu kepenulisan.

more…

Thursday, February 25th, 2010 | Author: bangaswi

KETIKA ITU….

Seorang ibu merintih kesakitan di pojok kamar yang sunyi….

Anak : Sakitkah, Bu, sakitkah luka yang menganga dan sangat dalam ini?
Ibu : Iya, Nak. Sangat. (sambil meneteskan air mata)
Anak : Oh Ibu… andaikan saya merasakan apa yang Ibu rasa mungkin tidak akan sekuat Ibu.
Ibu : Jangan, Nak, jangan pernah mengharapkan sesuatu yang orang pun enggan untuk memikirkannya sekalipun.
Anak : Kenapa Ibu bisa bertahan selama 5 tahun ini, menahan rasa sakit yang belum ditemukan obatnya?
Ibu : Kau, kalian anak-anakku yang membuat Ibu merasa mampu untuk bertahan dan berharap sembuh. Demi melihat kalian bahagia serta kalau boleh memohon kepada Allah, bolehkah rasa pasrahku ini menghapus dosa- dosaku yang lalu.
Anak : Apa yang Ibu harapkan dari kami?
Ibu : Bimbinglah Ibu. Ingatkan terus untuk memohon ampun kepada Allah, temani saat sakaratul maut akan menjemput. Bisikkan Allahu Akbar berkali-kali, jangan Laailaaha illallah. Ibu takut bila saatnya nanti tidak sempurna mengucapkannya dan mengubah artinya. Doakan agar Ibu sabar dan mampu menghadapi ini semua. Dan bila nanti Allah memanggilku kembali, kalian harus tegar dan jangan menangis. Kalian sudah besar, tangisan tidak akan menolongku. Doa anak-anak yang soleh dan solehah yang akan menolongku….[]

- 1,5 tahun yg lalu di kamar depan rumah kami

more…

Category: Berhenti Sejenak  | Tags: , , , ,  | 14 Comments